Senin, 30 Januari 2012

Yang tak akan pernah kulupakan (MORNING MIST - Kilometer Akhir Menuju Surga)

Ada banyak hal yang mungkin gak bakal bisa aku lupain dalam hidup ini. Biasanya itu karena hal tersebut sangat membekas dan sangat berpengaruh buat hidupku, baik pada saat itu, pada saat ini, maupun pada saat itu hingga saat ini hingga seterusnya.

Tinggal di kota yang gak terlalu besar dengan udaranya yang “cukup” panas, gak pernah aku sangka bakal cukup membosankan.

Gak tahu yah, kota ini kurang inovasi deh kayaknya, semuanya seneng banget ngikutin arus ataupun sekedar melalui jalan – jalan yang sudah disediakan. Mungkin ini efek dari betapa tenangnya arus Sungai Kapuas yang melintasi kota ini kali yah?? Tapi, haloooo, aku gak yakin kalo sebagian besar warga kota ini pada perduli dengan Sungai Kapuas??











Jadi, singkat cerita aku pernah kenal sebuah band yang bernama MORNING MIST. Selain kenal band nya, aku juga kenal baik(walaupun tidak terlalu dekat dengan semuanya) dengan para personilnya. Aku ingat sekali mengenal mereka kira – kira di tahun 2006 dan kemudian mereka bagaikan “ulat bulu naik daun” di sekitar tahun 2008-2009 dan kini mereka masih tetap ada cuma sedang adem – adem ayem aja semenjak tahun 2011 hingga sekarang ini.

Mereka aku kenal sebagai band yang aktif dan juga produktif. Produktif bagi sebuah band tentunya adalah produktif dalam hal merilis album/karya musikal. Perlu kalian tahu, di kota ini ada cukup banyak band(sebenarnya bisa juga dibilang sangat banyak), tapi produktivitas mereka kebanyakan hanya berada di lingkarang merchandise. Silahkan bilang aku ini tukang protes atau apalah, tapi ini jadi salah satu hal yang mendukung diriku untuk tetap membuat kesimpulan “kota ini bikin bosan”. Bagaimana tidak, hidup dengan rutinitas sehari – hari sekolah, kerja, bersihin rumah, dengarin nasehat orang tua, dan bla bla bla…..lalu kita keluar rumah mencari tongkrongan yang isinya anak – anak muda yang punya ketertarikan pada musik(kebanyakan musik – musik yang kurang terkenal di TV nasional). Tapi sayang sekali apa yang aku dapatkan di tongkrongan itu tak seperti yang aku harapkan. Tongkrongan yang katanya membawa semangat kultur alternatif(atau bahkan semangat perlawanan) ini ternyata gak ngasi apapun selain hal – hal yang pada esensinya sama membosankannya dengan semua hal yang dilakukan masyarakat pada umumnya, cuma kemasannya saja yang beda. Ahh, aku yakin kalian semua juga sadar akan hal ini. Tapi seperti kata seorang bijak, orang gila hanya akan menjadi orang gila ketika dia berjalan sendirian ditengah jalan raya ataupun pasar yang ramai, tidak akan berlaku seperti itu jika dia berada di Rumah Sakit Jiwa. Dan kalian pun tetap menyenangi semua yang kalian lakukan karena semua orang juga melakukan hal yang sama.

Oke, kembali ke MORNING MIST. Mereka mempesonaku dengan semangat mereka. Mereka gak pernah ngomongin tentang DIY, tapi salah satunya melalui merekalah aku melihat contoh nyata DIY(setelah sebelumnya kubaca dibanyak literatur). Dan disini aku mau membahas mengenai salah satu albumnya, yang juga menjadi album terakhir yang mereka rilis sebelum akhirnya mereka memasuki fase adem – adem ayem sekarang ini. Album itu berjudul KILOMETER AKHIR MENUJU SURGA. Sebuah album dengan kemasan yang simpel, tapi musiknya bagiku merupakan klimaks dalam perjalanan band mereka.

Album ini berisi 8 lagu + sebuah bonus lagu yang gak dimasukkan di daftar lagu di cover, dan juga gak ada liriknya didalam lyric sheet. Walaupun aku bukan orang yang paham sekali tentang musik, apalagi jika sampai harus mengkategorikan jenis musik. Tapi seenggaknya ada dua kata yang tetap melekat jika aku mendengarkan musik mereka Thrash dan Hip Metal. Oiyah, aku juga bukan seorang anak metal. Jadi kalo kalian sodorkan aku track – track deathmetal, ataupun metal orok korok, jangan harap aku bakal ikut angguk – angguk. Tapi MORNING MIST ini berbeda. Tanpa kesan gelap, hitam, dan kematian, tanpa font akar, tanpa darah – darah berceceran, dan yang jelas tanpa tampang seram. Mereka lebih mengajak kita untuk menggoyangkan badan dan saling bertabrakan ataupun lari – lari berputar dalam lingkaran dibandingkan untuk pasang kuda – kuda ngangkang dan posisi badan membentuk sudut 900 kedepan lalu ayunkan kepala keatas dan kebawah. Aku pernah nyoba nikmatin pertunjukan musik dengan cara kayak gitu, hasilnya aku butuh banyak banget koyo hangat untuk ditempel di leherku. Juga untuk album ini, hal lain yang aku suka adalah lirik – liriknya yang kebanyakan ditulis sangatlah sadar akan situasi sosial disekliling kita.

Dibuka dengan lagu Kilometer Akhir Menuju Surga, rasanya kita sedang bersama – sama mereka dalam sebuah ruang dimana tubuh kita bergerak melaju menaiki tangga dimana ada sebuah nyala api panas didepan kita. Lalu tanpa perlu istirahat, lagu Rocka Fictif serasa berteriak keras ke telinga kita “Woyy bangun!!!!! Lari lagi kedepan, lari lagi kedepan!!!! Cepatttt!!!!!!”.

Berikutnya adalah lag favoritku di album ini, Menginjak Paradigma Dunia. Mereka benar benar anak muda!!!! Dengar, ini sebuah teriakan lantang dari kaum muda, kepada dunia yang sudah terlalu tua!!! Dunia tua kalian sudah berakhir, ini saatnya dunia yang kami akan jalankan!!!!!

Masih tidak ada waktu untuk berhenti, lagu berikutnya Rekonstruksi Skeptis diawali dengan aba – aba dari sang vokalis “Oke siap?!! Kalian semua siap!!! Ayoo!!!” dan berikutnya yang kalian tahu hanyalah lari kencang menabrak apapun yang menghalangi kalian.

Dan berikutnya adalah lagu yang bakal jadi soundtrack ku untuk setiap pertemuan keluarga yang diisi dengan kalimat nasihat “Kamu harus jadi orang!”. Lagu ini berjudul Aku Adalah.

Dan lagu berikutnya Leave Me Alone, seperti ada sedikit percobaan – percobaan di lagu ini. Walaupun musiknya tetap di bentuk yang sama, tapi tidak ada teriakan – teriakan marah ataupun putus asa dari sang vokalis di lagu ini. Malah lagu ini berisi sampling – sampling, dan salah satunya adalah sampling yang lucu di awal lagunya.

Lagu berikut yang berjudul Elisabeth, mungkin bisa jadi menurutku ini adalah suatu bagian yang membawa kita keluar sebentar dari album ini. Di lagu ini MORNING MIST berkolaborasi dengan seorang vokalis wanita. Dia adalah Cicie dari band FORGIVE ME AFTER. Tapi yang kusayangkan adalah kenapa MORNING MIST jadi harus seperti FORGIVE ME AFTER?? Bukannya Cicie yang dibawa masuk kedalam MORNING MIST itu sendiri?? Entahlah, tapi mungkin MORNING MIST cuma mau seperti band lainnya yang selalu menyelipkan setidaknya satu lagu “pelan” di dalam daftar lagu di albumnya. Tapi menurutku itu hal yang tak perlu, terlebih lagi untuk album ini, aku lebih suka kalau album ini justru membawaku kelelahan, kehabisan nafas di lagunya yang terakhir.

Dan untunglah, lagu terakhir tidak terlalu mengecewakan. Tapi sangat disayangkan mood ku dalam mendengar album ini secara penuh sudah hampir ambruk di lagu sebelumnya. Dua lagu penutup yang satu berjudul Retrotika dan yang paling terakhir merupakan bonus track, berjudul Tanda Tanya.

Dalam album ini, dan juga dalam album sebelumnya, MORNING MIST merekam dan mengerjakan proses mixing, editing, dan produksi semua materi mereka sendiri. Mereka melakukannya di bawah nama label rekaman PATRIOT HATTA, yang mana label ini juga dijalankan oleh beberapa personel nya juga. Aku sendiri tahu persis bagaimana mereka berkumpul dan melakukan ini semua disebuah rumah yang tidak terlalu besar(ini rumah drummernya), dan dengan modal sebuah komputer tua dan software rekaman bajakan. Dan dirumah ini juga sempat menjadi perkumpulan mereka dengan beberapa band – band lainnya. Mereka juga sempat menghasilkan sebuah rekaman album dari band lainnya yaitu SABRINA, juga memproduksi sebuah album kompilasi dari band – band yang berada didalam kumpulan mereka. Aku ingat sekali masa – masa itu mereka merupakan salah satu wujud nyata produktivitas dan kreativitas dalam scene di kota ini. Tapi begitulah kota ini, orang – orangnya terutama anak – anak muda nya rupanya masih belum bisa lepas dari bayangan masa “geng-gengan”. Jadi semua label nama yang menaungi sekumpulan anak muda yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap sesuatu hal, berikutnya sangat berpotensi menjadi pengkotak – kotakan. Selain itu, di kota ini juga masih sangat senang sekali dengan gerakan – gerakan yang berprinsipkan pada jumlah massa. Ahhh, ini membosankan sekali buatku. Aku masih yakin sampai saat ini, kalau sebuah gerakan yang besar itu berawal dari kumpulan – kumpulan yang kecil, bukannya dari sebuah kumpulan yang besar(apalagi kelewatan besar). Yahh, untuk hal ini aku tidak terlalu mengerti sih. Entahlah ini berasal dari dalam tubuh mereka sendiri, atau situasi ini terbentuk dari pengaruh pihak luar yang masuk kedalam tubuh mereka. Yang jelas MORNING MIST dan PATRIOT HATTA pada saat itu merupakan dua hal yang tak terpisahkan dan menjadi sumber pemacu inspirasi dan semangatku.

*Tulisan ini untuk kalian semua teman – temanku yang kusayangi. Sebagai hadiah, silahkan download album Kilometer Akhir Menuju Surga nya MORNING MIST di link download di bawah ini. Oiyah, tulisan ini juga sangat membutuhkan klarifikasi, sanggahan, ataupun kritikan dari kalian semua teman – temanku yang membacanya.


Download MORNING MIST - Menginjak Paradigma Dunia

Minggu, 06 November 2011

Cinta, Hidup, dan Persahabatan.



Tiga kata yang indah yang aku baca di cover album sebuah band dari Pontianak, Lemon Tea. Itu adalah judul album terbaru dari mereka. Sebuah band yang sudah ada semenjak sekitar tahun 2005/2006 di kota ini.


Aku suka band ini, musik nya bagus, suara penyanyinya juga enak didengar. Kalau memang begitu saja, berarti banyak juga band lain yang patut aku sukai. Tapi band ini juga punya hal lain yang cukup pantas menjadi alasan pendukung sehingga mereka patut disukai, dan mungkin dicintai.


Aku tidak terlalu ingat kapan pertama kali aku mendengar lagu mereka ataupun mengenal mereka. Seingatku dulu pertama kali kudengar lagu mereka di radio lokal. Sebuah lagu yang kalau tidak salah berjudul Persahabatan. Bisa mendengar sebuah lagu karya band dari kota sendiri dan lagunya juga bagus, untuk saat itu kedua hal itulah yang membuatku senang dan menyukai band ini.


Aku tidak terlalu kenal dengan orang – orang di dalam band ini secara personal. Aku juga tidak terlalu sering menonton mereka manggung. Seingatku hanya pernah 3 kali aku menonton mereka ketika sedang manggung. Dan dua diantaranya adalah yang sangat berkesan, terutama yang baru saja kulewati malam ini.


Informasi mengenai acara launching album kedua mereka baru saja kudapatkan satu hari sebelum acaranya. Entahlah beberapa waktu kebelakang aku memang agak sangat sering ketinggalan beberapa informasi acara – acara musik di kotaku sendiri. Tapi toh itu tak membuatku menyesal, karena memang pada beberapa informasi acara musik yang kudapatkan dan kemudian kudatangi langsung acaranya, sangat sedikit dan mungkin hampir tidak ada yang membuatku benar – benar terkesan atau minimal pulang dengan rasa puas.

Beruntunglah malam ini aku pulang kerumah dengan memori indah akan acara musik yang baru saja aku lihat, ini merupakan satu dari sedikit acara musik yang kutonton dan benar – benar begitu memberiku kesan yang menyenangkan. Beruntung juga hujan yang sudah beberapa hari ini rutin beraksi bisa libur dulu untuk hari ini. Memang masih ada sisa sedikit aksi kecil mereka hari ini, tapi itu tak terlalu berhasil menghambat niatku untuk mencari hiburan malam ini.


Acara launching album Lemon Tea diadakan disebuah gedung yang pernah memiliki cerita tersendiri bagi scene musik “bawah tanah” kota ini, gedung Taman Budaya. Gedung yang sebenarnya disetting khusus bentuknya untuk pertunjukan teater, dulu sempat menjadi langganan menjadi tempat berlangsungnya acara – acara musik “bawah tanah”. Satu hal yang kusuka dari gedung ini adalah, ukurannya yang tidak terlalu besar. Acara musik yang dilakukan disebuah gedung yang berukuran tidak terlalu besar maka akan membuat acara itu menjadi acara yang juga tidak terlalu besar. Inilah yang lebih aku suka lagi, acara yang tidak terlalu besar. Acara yang tidak terlalu besar berarti akan berisi orang – orang yang tidak terlalu banyak, dan biasanya kebanyakan orang – orang itu juga cukup saling kenal. Jika sudah begitu maka acaranya akan menjadi lebih akrab, semuanya menjadi terasa begitu dekat. Jarak antara panggung tempat band bermain begitu dekat dengan tempat duduk penonton. Penonton dapat melihat dengan cukup jelas band yang tampil, band yang tampil juga dapat melihat dari dekat bagaimana ekspresi para penonton saat melihat penampilan mereka. Semua kedekatan inilah yang bagiku merupakan nilai penting dari sebuah acara musik. Entahlah, aku bukannya anti konser besar, tapi konser kecil yang akrab sudah jelas dapat memberiku kepuasan dan rasa senang berlebih.


Jadi begitulah, semua suara – suara yang dihasilkan dari berbagai alat musik yang dimainkan dari jarak yang tidak begitu jauh dari tempat dudukku dapat kuterima dengan baik melalui telingaku, bagaimana mereka memainkannya juga dapat kuperhatikan dengan cukup baik melalui mataku.

Lemon Tea tampil setelah sebelumnya ada dua band yang membuka acara ini. Tidak terlalu banyak yang bisa aku ceritakan dari kedua band sebelumnya, mereka bagus. Lemon Tea tampil dengan formasi yang sama seperti yang pernah kulihat di penampilan mereka sebelumnya. Didukung oleh teman – temannya, formasi inti dari Lemon Tea sebenarnya adalah Irma(vocal), Ferdy(guitar), Syam(bass). Dalam launching ini hampir semua lagu yang ada di album terbaru mereka dibawakan dan ditambah beberapa lagu dari album sebelumnya. Sepertinya mereka bukan tipe band yang akan mengajakmu lompat – lompatan, tapi penampilan panggung mereka cukup untuk membuat kamu terdiam menghayati, tersenyum menikmati, ataupun bernyanyi bersama serasa acara yang kamu datangi adalah karaoke massal.


Tidak banyak yang berubah dari penampilan mereka di panggung, tapi mereka memang tetap selalu menampilkan semuanya sebaik mungkin di atas panggung. Penampilan yang cukup baik diatas panggung melebihi apa yang ada didalam rekaman bagiku adalah hal yang penting bagi sebuah band. Terutama juga buatku sendiri, karena aku memang lebih suka menonton langsung sebuah band dibandingkan mendengarkan rekamannya terus menerus. Mendengar bagaimana si vokalis memberi sedikit penjelasan ataupun cerita mengenai lagu – lagu yang akan dimainkan, menebak – nebak lagu berikutnya yang akan dimainkan saat sang vokalis tak memberi petunjuk selain intro yang sudah dibiarkan berjalan, dan tentunya ikut bernyanyi pada beberapa lagu yang sangat dihapal, seolah – olah tidak ada jarak ataupun batas penonton dan penampil dalam acara tersebut.


Jadi secara keseluruhan aku memang sangat menikmati ketika Lemon Tea memainkan lagu – lagu dari album sebelumnya. Karena memang setelah kudengarkan seluruh lagu di dalam CD album terbarunya pun, jika harus memilih maka aku memang lebih suka dengan album sebelumnya. Tapi bagiku bukan itu inti dari semua kepuasan dan kesukaan – kesukaannku ini. Bagaimana aku puas akan acara musik malam ini, dan bagaimana aku bisa tetap menyukai band ini, aku rasa masih berhubungan dengan judul album mereka yang baru ini “Cinta, Hidup, dan Persahabatan”. Pada banyak orang bermain musik dan membentuk sebuah band adalah sebuah hobi, walaupun pada beberapa orang yang lain hobi itu merupakan tempat mereka menggantung mimpi dan harapan agar suatu saat mereka tidak sekedar menghidupi hobi tersebut tapi juga bisa hidup dari hobi tersebut. Aku tidak tahu apa sebenarnya dasar ataupun tujuan Lemon Tea hingga bisa tetap bertahan hingga saat ini. Pada beberapa hal aku melihat mereka selayaknya kebanyakan orang lainnya, umur yang semakin bertambah, punya sesuatu hal lain yang dikerjakan untuk tujuan menafkahi hidup, dan tentu punya rencana – rencana lain yang harus dilaksanakan dihidupnya. Tapi mereka tetap bisa mempertahankan apa yang telah mereka mulai bersama – sama. Sebuah cerita panjang di jalan yang tidak selalu lurus yang mereka lalui bersama. Walaupun aku tidak terlalu kenal dengan mereka semua, tapi aku yakin ada banyak permasalahan dan hambatan yang harus mereka hadapi dan lewati baik itu berkaitan dengan band mereka ataupun yang datangnya dari luar band mereka. Tapi toh, setelah sekian lama mereka tetap kembali lagi, mereka tetap masih ada lagi. Hal inilah yang terus aku pikirkan tadi sementara perhatianku juga kutujukan kepada setiap lagu – lagu yang mereka mainkan. Terkadang kehidupan kita sehari – hari dengan segala kegiatan yang mengisinya membuat kita lupa akan banyak hal. Kita menjadi fokus pada satu hal, tapi sementara ada banyak hal lain yang tidak kalah penting yang kita lupakan dan kita tinggalkan. Kita terus berjalan tapi kita tidak menyadari kalau kita sudah hampir tidak menapak lagi di jalan yang sedang kita lalui.


Disaat itulah kita ingat masih ada tiga hal yang kita miliki cinta, hidup, dan persahabatan. Tiga kata ini bukan tersusun berdasarkan skala prioritas, tapi ketiganya masing – masing sangat penting dan merupakan satu kesatuan yang juga penting untuk selalu diingat. Hidup tidak cuma mengenai berusaha keras mati – matian untuk memastikan besok masih akan ada yang mengisi meja makan kita, hidup juga tidak hanya untuk bersaing dan berlomba mengejar posisi cuma sekedar untuk membuktikan bahwa kita lebih hebat dari yang lainnya. Ada hal lain yang pernah kita lakukan dengan dasar rasa suka, ada hal lain yang pernah kita lakukan dengan tujuan bersenang – senang. Ada hal lain dimana kita meletakkan cinta sebagai dasarnya dan persahabatan sebagai pengikatnya. Disitulah ada hidup yang kita miliki, ada hidup yang masih bisa kita syukuri, dan tentu terus kita hidupi lagi dan lagi.


Dan lagu – lagu pun sudah sekian banyak yang dimainkan oleh Lemon Tea diatas panggung, perasaanku pun semakin puas dan puas seiring bertambahnya jumlah lagu yang dimainkan. Hingga klimaksnya adalah pada lagu terakhir yang berjudul Persahabatan. Aku tidak mengharapkan mereka akan tetap terus ada dan aktif selalu. Tapi suatu saat nanti saat aku melihat mereka lagi memainkan lagu – lagu mereka dihadapanku, saat itulah aku yakin bahwa aku juga masih meletakkan cinta pada hal – hal yang aku cintai dan aku yakini. Persahabatanku dengan hal – hal itulah yang akan tetap kupelihara ikatannya dan kubiarkan hidup bersamaku.



*tulisan ini sepertinya tidak jelas arahnya, apakah ini liputan acara, review album, atau apalah, ini hanya curahan hati dan pemikiranku dari sebuah momen menyenangkan yang baru saja sudah kulalui malam ini. J

Minggu, 15 Mei 2011

Tukijo




Ujung-ujung jari dan tangannya tidak seperti yang kerap kulihat

Jari dan tangan yang sering kulihat ramping dan sedikit pipih, menandakan tidak terlalu banyak aktivitas

Selain menggenggam pena, menekat tuts keyboard, dan tombol2 elektronik diujung jarinya

Jari-jari modernitas, jari-jari malas

Sementara ujung jarinya bulat dan besar

Setiap buku jarinya menggelembung, seperti diikat kencang oleh tali

Garis-garisnya pun tegas, bisa kulihat dari jarak -/+ 2 meter

Menandakan ia beraktivitas berat dengan tangan dan jarinya

Menggenggam,menarik,mencengkram

Jari-jari tangguh..

Sambil mengelupas-lupas kulit mati kering di tangannya

Dengan kepala sedikit tertunduk dan sesekali menerawang ke atas dengan binar semangat di matanya

Ia bercerita kondisinya di dalam penjara, dan

Tak habis berfikir tentang konyolnya dunia ini

Ketika ia sedang berladang dengan istrinya, beberapa anjing penjaga negara 'menjemputnya'

Tanpa alasan, tanpa penjelasan

"Nanti saja dengan komandan" atas semua pertanyaan yang terlontar darinya

Memorinya kembali pada saat ia dan rekan-rekannya menghalangi masuknya pihak asing ke tanah mereka

Ke tanah yang telah mereka sirami dan tanami

Tanah yang telah menghidupi dirinya, keluarganya, masyarakat sekitar

Dan juga mulut-mulut yang lapar cabai di kota-kota sekitar

Tanah yang telah mereka jaga dan kelola secara paguyuban dan turun temurun

Tanah yang hasilnya juga memberikan kebahagiaan bagiku (hey, siapa yang tidak makan sambal tiap hari?!?)

Tanah yang ternyata menyimpan mineral pasir besi

Tanah yang tiba-tiba diklaim milik kesultanan, milik negara

Tanah yang kini diincar oleh duet investor perusahan lokal dan asing

Dengan tutur bahasa yang lembut namun penuh ketegasan

"Kenapa saya malah ditahan di Polda? Bukannya di Polres atau Polsek?!?"

"Alasan apa mereka menangkap saya? Tidak ada surat pemanggilan sebelum saya ditangkap"

"Masa surat penangkapan baru dikasih ke saya setelah berapa hari saya dalam penjara"

"Ini semua politis sekali"

"Saya tetap tidak akan menandatangani BAP". (Tukijo)

Lantai 3 ruang tahanan Polda DIY

Rabu, 11 Mei 2011

~sebuah catatan dari aku yang terlena dengan sambal-sambal instant di kota~

(untuk info lebih tentang penangkapan bapak Tukijo dan perjuangan petani pesisir kulonprogo: www.petanimerdeka.tk)

Sabtu, 07 Mei 2011



Si kodok darah merah = Haaaaa, ketangkep lu neng...Mo kemana...Jalan ajah yuk ama abang...........

Si long dress tetesan darah = Sori ye bang, gue gak jalan,gue MELAYANG...

Jumat, 15 April 2011

PANG NAT DET!!!!!!!!!!!!! :P

Menyenangkan mendengarkan beberapa musik pada variasi - variasi nya sendiri beberapa waktu ke belakang. From the same roots, with their own style!!!!!!!!!
Tapi selalu menyenangkan untuk melihat kembali kepada mereka yang "konservatif" tanpa terkesan kolot dan ketinggalan zaman(apa maksudnya yaahh?????? :P)
Okayyy, here is some cool -let say punkrock-bands that really hit my ear with their sounds, and also my mind with their lyrics...........
The only thing that still worried me is, they're not hit my eyes and soul with their live perform yet....... Hehehehehehehehe..............(because i live in a far distance from them...)

1 . MILISI KECOA



Sebutlah mereka dari Bandung, dan aku teringat kepada masa 2005-2006 ketika aku berpikir Bandung berisi RocketRockers, Buckskin Bugle, Sendal Jepit, dan yang musik sejenis lainnya. Sungguh semua itu band-band yang bagus, hingga aku melihat demo pertama band ini di blog JALUR BEBAS. Mereka ngebawa kita ke tahun 1980an, ketika band-band punkrock pada masa itu mainin musik yang cepat dan terutama nyanyinya dengan seenak hati, kalo didengar-dengar lagi mirip orang ngomel aja gitu. Selain itu, bagian yang juga cukup keren dari musik mereka adalah bagian-bagian lead gitar yang selalu nyelip di semua lagu. Daaannnnnn, Tremor adalah penyanyi di band ini, orang yang aku kenal(lebih tepatnya "tahu") lebih dulu melalui BEYOND AND THE BARBED WIRE ZINE.
Oiyahh, untuk lirik, sebenarnya band ini gak terlalu gimana gimana sih, yahh, standarlah...isu-isu perlawanan, pemberontakan, tema yang sama yang juga diteriakkan oleh band-band punk lainnya. Tapi yang jadi seru adalah ketika akhirnya aku megang sendiri full-album mereka KALIAN MEMANG MENYEDIHKAN.


Lirik-lirik yang cukup singkat dan dengan bahasa yang ringan itu, dilengkapi dengan eksplanasi yang puanjaaaaaanggggg, dan sangat sangat sangat membuat mengerti. Ini yang bikin aku makin cinta ama band ini. Tidak ada lirik yang tidak dijelaskan, semuanya dijelaskan dan membuat kita khatam. Oke, ini adalah dua lagu mereka yang kubagikan :

Ini Bukan Arab, Bung!
lirik : Ini bukan Arab, Bung!!!
Kau paksakan budaya, tapi kita bukan di Arab di jaman nabi.
Cepatlah kau mati, tagih pahalamu di surga. Surgamu, nerakaku!
Ini bukan Arab, Bung!!! Bukan!!!!

Punkrock Terdomestikasi
lirik : Punkrock jadi hiburan di panggung. Punkrock jadi papan iklan berjalan.
Punkrock dibayar untuk menghibur. Sekalian saja ikut kampanye parpol!
Punkrock tak punya sikap. Netral itu dungu!!
Punkrock doger monyet, semua bertepuk tangan!!!!!!

Kontak MILISI KECOA:
Facebook

Myspace

Email

2 . ALWAYS LAST
Hayoooo, apa yang kalian tau dari Malaysia???? Terutama musiknya??? Siti Nurhaliza?? Sheila Madjid??? Ato mungkin kalian cuma tau P.Ramlee?? Dan kalopun lebih, mungkin hanya mengenai seteru peng-klaim-an budaya, hasil dari provokasi TV???????????
Okeee, lupain ajah deh itu semua, hal-hal yang gak penting emang selalu dicekokin ke otak kita tiap hari, semua dengan tujuan seolah-olah hidup ini emang buat ngurusin hal-hal cekokan mereka itu ajah, sampe suatu saat kita lupa kalo hidup udah lewat gitu ajah.(ciaaaaaahhh, sok seriusss nih yeeeee...........). Oke, ini adalah ALWAYS LAST, sebuah band punkrock dari Malaysia. Saya tau band ini dari cd nya yang dikirim oleh seorang teman dari Nervhous Records. Inilah salah satu contoh 90's punkrock style yang gak ngebosenin(salah satu contoh, karena di nomor berikutnya masih ada yang keren juga...). Ketukan cepat, musik berisik, dan nyanyinya juga cepet..hehehehehehehehe....
Sejauh ini mereka sudah punya dua rilisan, dan ikut di macam macam kompilasi. Ini aku bagikan dua lagu mereka yang diambil dari album terbaru nya ANTIDOTE.





D.I.Us

Stupid Macho Band, End (S)Hits

Kontak ALWAYS LAST : http://wearealwayslast.blogspot.com/



3. LOCAL RESIDENT FAILURE


Heeyyyyy, seandainya dulu SEX PISTOLS adalah salah satu dari para tawanan yang diasingkan ke benua temuan James Cook ini, mungkin Punk bakal lebih dulu nyampe ke Indonesia daripada Amerika, hahahahahahahahahaha..... Disaat seorang temanku menyarankan untuk dengarin BACKYARD SURGEONS(band punkrock Australia juga), aku malah nemuin LOCAL RESIDENT FAILURE ini!!!!!!!!! Jujur, yang ini lebih keren!!!! Another model of 90's punkrock, yang seperti biasa, gak membosankan!!!!! Apalagi kalo liat video mereka yang ini nih :



Dan yang pasti drummer nya keren juga loh mainnya!!! Kalo misalnya dengarin mp3 mereka, dengan hasil mixing yang bagus, terdengar jelas tiap eksplorasi dari drummernya. Baiklah, ini sampel dua lagu mereka.

Human Rights... and Wrongs

What's The Alternative to the Alternative




4 . HANK OVER

Fastpunk rules!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Yeaaahhhh, gak selamanya yang cepet itu cuma gitu-gitu ajah.........Itu dibuktikan sama band Meksiko ini!!!!! Dan Meksiko rupanya gak cuma mengenai bandar narkoba dan gengster doang, hehehehehehehehe.. :p
Oiyahh, rupanya format "3" di dalam punk emang sepertinya masih asik juga. Band dengan format "3" biasanya kelihatan "nakal". Yahh, seperti band ini, musik cepat, anak muda hura-hura, protes semaunya, dan nakal dimana-mana, hahahahahahahaha.........
Ini ada dua video dari mereka :










Oke, sepertinya aku gak usah bagiin dua lagu dari mereka deh, karena ternyata dua album yang sudah mereka rilis bisa di donlod gratis, ini dia :

Demo 2009

14 Rebanas De



Oke, itulah kira-kira beberapa band yang lagi-lagi nya beberapa hari ini di hari-hariku. Selamat menikmati yahhhhhh..............